Equityworld futures – Munich – Leroy Sane boleh jadi bintang muda di Bundesliga. Sane Diingatkan Akan Kejamnya Premier League

 

Tapi hal itu tidak akan berarti apapun di Premier League yang terkenal kejam untuk pendatang baru.

Sane, 20 tahun, menjadi buah bibir di persepakbolaan Jerman dalam dua musim terakhir usai performa okenya bersama Schalke 04.

Musim lalu adalah momen penting dalam karier Sane ketika dia bikin sembilan gol dari 42 penampilan yang membuatnya dipanggil timnas Jerman ke Piala Eropa 2016.

Performa oke bersama Schalke membuat Sane lantas jadi incaran banyak klub besar Eropa.

Manchester City yang dilatih Pep Guardiola pun memenangi perburuan Sane dengan harga 46,5 juta poundsterling!

Dengan harga semahal itu dan bermain di klub sebesar City, Sane tentu punya beban berat untuk tampil oke demi membayar kepercayaan klub kepadanya.

Meski demikian, Sane juga harus melewati dulu persaingan ketat di dalam tim menyusul banyaknya pemain bintang di sana.

 

Sejauh ini Sane baru tampil tiga kali dan baru melakoni debut 10 September lalu usai cedera di sesi pramusim.

Jerome Boateng, kompatriot Sane di timnas Jerman sekaligus mantan pemain City, mewanti-wanti rekannya tersebut agar bisa

cepat beradaptasi jika tak ingin tergerus persaingan ketat di City.

Boateng jadi “korban” keganasan Premier League setelah bergabung di tahun 2010 dan hanya semusim bermain di sana

sebelum diboyong Bayen Munich.

“Sebagai pemain, Anda harus bisa beradaptasi cepat di Inggris.

Pada kenyataannya memang Anda butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan gaya sepakbola yang berbeda,” ujar Boateng

seperti dikutip Soccernet.

“Tapi Anda tidak bisa bermanis-manis dengan media Inggris, yang selalu menjadikan Anda sorotan.

Ini tidak mudah untuk para pemain,” sambungnya.

“Beberapa bisa mengatasi kritik dengan baik ketimbang pemain lain, tapi beberapa menanyakan buat apa saya di sini?

Segalanya berjalan buruk, termasuk cuaca. Banyak pemain tidak mampu menghadapinya,” tutup Boateng.

 

 

Sumber: detik.com