Equityworld Futures

Neymar dianggap banyak akting selama Piala Dunia 2018 karena aksi berguling-gulingnya.

Lantas bagaimana lakonnya itu jika dikomentari guru akting?

Pemandangan Neymar berguling kesakitan bukan pemandangan asing di Piala Dunia 2018. Dari empat laga Timnas Brasil, ada saja momen penyerang 26 tahun itu terkapar.

Neymar memang menjadi pemain yang paling sering dilanggar di Rusia, dengan 23 kali. Namun yang menjadi sorotan adalah gayanya ketika terjatuh.

 Neymar dianggap kerap berakting alias diving saat mengalami kontak dengan lawan. Senggol sedikit, meronta-rontalah dia. Lawan pun dibuat jengkel dengan polahnya karena dianggap berlebihan, khususnya karena mengganggu jalannya pertandingan.

Bahkan ada sebuah studi untuk menghitung waktu yang terbuang saat Neymar terkapar di lapangan. Total waktu yang terbuang nyaris 14 menit.

Bicara soal akting, apa yang dilakukan Neymar rupanya turut dikomentari guru-guru seni peran. Mereka menilai, Neymar memang sudah layaknya aktor pemula.

“Neymar melakukan apa yang kebanyakan aktor pemula lakukan,” kata Jim Cadler, dosen di Tisch School of the Arts New York University seperti dilansir New York Times.

Komentar juga datang dari Peter Kelley, guru akting untuk serial televisi NCIS: Los Angeles. Ia menilai pesepakbola punya keputusan yang cukup berani saat diving.

“Saya akan bilang saya terkesan dengan komitmen para pemain ini atas pilihannya. Ketika aktor punya momen, misal Anda membuka pintu dan melihat tubuh istri Anda di lantai, Anda harus berkomitmen apakah harus menangis atau biasa saja?”

“Adapun sebagai pemain pilihannya adalah saya tidak yakin apakah bisa berjalan lagi atau anda tidak akan bermain di setengah babak lagi,” jelasnya.

sementara Philippa Strandberg-Long, guru peran asal London, menyebut akting berpura-pura bisa saja membuat penonton kesal.

Equityworld Futures

Equityworld