Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok nyaris 4% akibat tekanan jual masih sejak pembukaan perdagangan. Buruknya sentimen ekonomi dunia membuat investor melepas saham.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (24/8/2015), IHSG ditutup menukik tajam 172,224 poin (3,97%) ke level 4.163,729. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 35,020 poin (4,82%) ke level 692,205.

Semalam bursa saham Wall Street turun tajam hampir 4%. Para investor ketakutan dengan kondisi ekonomi di China, yang bakal membawa perlambatan ekonomi dunia.

Indeks Dow Jones ditutup turun 588,4 poin (3,57%) ke 15.871,35. Indeks S&P 500 turun 77,68 poin (3,94%) ke 1.893,21. Sementara indeks Nasdaq ditutup turun 179,79 poin (3,82%( ke 4.526,25.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan terkena koreksi jika melihat sentimen negatif yang beredar. Investor bisa mulai mengoleksi saham-saham unggulan yang harganya sudah murah.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 516,41 poin (2,79%) ke level 18.024,27.
  • Indeks Straits Times naik 8,95 poin (0,31%) ke level 2.852,34.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
OSO Securities
IHSG kemarin terjelambab ke jurang yang cukup dalam. IHSG mengalami koreksi sebesar 3.97% ke level 4,1633.73. Pelemahan indeks bursa shanghai yang sangat signifikan, yang turun sebesar 8.49% membuat pelaku pasar dalam negeri panik. Aksi panik selling juga terus berlanjut ditengah terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang saat ini sudah menyentuh diatas 14.000 atau tepatnya di level 14.050. Aksi buyback saham yang direncanakan oleh beberapa emiten BUMN ternyata tidak mampu mengerem aksi jual yang terus dilakukan pelaku pasar. Investor asing juga masih mencatatkan net sell sebesar Rp734.21 miliar

Lesunya pasar saham nampaknya telah mewabah ke seluruh penjuru dunia. Dimana bursa Amerika dan Eropa ikut terguncang cukup dalam ditengah belum adanya sentimen positif baik dari negara adidaya maupun negara tirai bambu. Indeks Dow Jones turun sebesar 3.57% ke level 15,871.35, indeks S&P 500 melemah sebesar 3.94% ke level 1,893.21 dan indeks Nasdaq terkoreksi sebesar 3.82% ke level 4,526.25. Pelemahan ekonomi dunia juga semakin menekan harga komoditas, dimana mayoritas komoditas harganya masih terkerek turun, dengan penurunan terbesar yaitu pada komoditas Nickel dan Tins yang masing-masing melemah sebesar 6.72% dan 5.67%. Selain itu harga minyak juga masih berada di bawah level U$$ 40/barrel.

Kami perkirakan IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap perekonomian China. Secara teknikal candIe IHSG telah keluar dari lower bollinger band. Indeks stochastic oscilator semakin melemah, diikuti oleh pelemahan yang terjadi pada MACD histogram. Selain itu indikator lain seperti; Momentum dan RSI juga terus melanjutkan pelemahannya. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 4038 – 4245.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi signifikan di tengah pelemahan bursa saham global. Indeks turun sebesar -172 poin (-3,97%)
Dari beberapa support yang kami estimasi, telah gagal bertahan dan telah dilewati. Support terakhir adalah gap yang terjadi pada 6 September 2013, di 4.072.

Namun dari beberapa indikator teknikal moderan seperti: Oschilator dan Momentum, telah berada pada di tingkat yang sangat rendah, dan berada di area yang sama ketika terjadi penurunan di pertengahan tahun 2013.

Kondisi IHSG saat ini dapat dijadikan momentum dan kesempatan oleh para investor jangka panjang untuk mengambil posisi pada saham. Beberapa Saham pilihan yang dapat dicermati dan cenderung defensif selama terjadi penurunan adalah: TLKM, BBTN, UNTR, ICBP, PTPP, WSKT, AKRA.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.075-4.333.

Indeks bursa global mengalami kembali mengalami penurunan yang tajam selama empat hari berturut turut, dipicu oleh penurunan indeks bursa China (Shanghai). Begitu pun juga dengan Minyak (Oil WTI) kembali terseret ke US$ 38,11.

Sumber : Detik.com