Jakarta -Konflik yang terjadi di Timur Tengah, dan di belahan dunia lainnya mendorong kenaikan permintaan seragam militer. PT Sri Rejeki Isman (SRIL) atau Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah memproduksi seragam militer berkualitas tinggi.

“Tentunya nggak kita inginkan ada konflik yang menyusahkan banyak orang. Ada kenaikan permintaan, itu peluang ekspor kami, terutama untuk pasar Timur Tengah, tidak signifikan naiknya, penjualan ke Timur Tengah masih sekitar US$ 5-6 juta tahun ini, sedikit sekali naiknya, nggak jauh beda dengan tahun lalu,” kata Presiden Direktur Sritex Iwan Setiawan di acara Investor Summit 2015, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Iwan mengungkapkan, secara umum naiknya penjualan seragam militer juga ditopang negara-negara yang sudah jadi pelanggan lama Sritex di Eropa dan Asia yang tidak terlibat konflik.

“Kita kan pemasok resmi NATO. Kita satu-satunya perusahaan Asia yang dapat lisensi memasok ke 8 negara di Eropa. Kalau di Eropa sendiri kita sudah 30 negara. Jadi negara-negara yang tidak terlibat konflik juga tinggi permintaannya,” ujar Iwan.

Iwan menyebutkan seragam militer menyumbang 20% dari total penjualan perusahaan sebesar US$ 475 juta di kuartal III-2015. Pihaknya pun terus menggenjot produk seragam militer untuk pasar ekspor dengan memproduksi seragam dengan spesifikasi khusus. Sritex juga menjahit pesanan produk-produk fesyen terkenal seperti Zara hingga Uniqlo.

“Kita makanya sejak 2 tahun fokus buat seragam militer khusus. Kayak seragam anti radiasi nuklir, anti api, anti peluru, dan sebagainya. Karena, margin seragam militer ini lebih tinggi dibanding produk fashion kita,” tutur Iwan.

Bahkan, jika tak ada halangan, perseroan berencana membangun pabrik khusus seragam militer di Kamboja. Pembangunan pabrik baru di Kamboja ini merupakan permintaan dari pemerintah Kamboja.

“Kita baru pemasok di Kamboja saat ini dengan nilai sekitar US$ 7 juta. Kalau memang ini prospeknya berlanjut terus, kita sudah rencanakan pembangunan pabrik seragam militer di sana. Masih rencana,” katanya.