Equityworld Futures – Tekad membangun lagi Kampung Akuarium di Jakarta Utara kembali ditegaskan Gubernur DKI, Anies Baswedan, saat menemui masyarakat di sana. Wilayah yang dulu digusur oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hendak dijadikan kampung wisata bahari.

Penertiban Kampung Akuarium di era kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta memang penuh lika-liku. Pada April 2016, kawasan ini ditertibkan Ahok dan Djarot. Penertiban ini menuai protes dari warga.

Setahun setelah penertiban itu, bangunan-bangunan semipermanen dan tenda-tenda menjamur di Kampung Akuarium. Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta pada Mei 2017, ada 169 keluarga dengan 150 bangunan yang masih bertahan di Kampung Akuarium. Warga meminta bangunan yang layak.

 

Kampung Akuarium pada tahun 2016 / Kampung Akuarium pada tahun 2016

Meski warga melawan, Ahok dan Djarot pantang mundur melakukan penertiban. Saat itu, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tiga rusun tambahan, yakni rusun di Jalan Raya Bekasi Km 2, rusun tambahan di Rusun Rawa bebek, dan rusun baru di Rusun Marunda Baru. Namun tawaran rusun ini ditolak mentah-mentah oleh warga Kampung Akuarium

Ahok saat itu beralasan kawasan Kampung Akuarium akan diubah jadi cagar budaya. Setali tiga uang, Djarot menyampaikan rencana yang sama. Menurut Djarot, penertiban itu bertujuan agar Kampung Akuarium dikembalikan ke fungsinya, yaitu sebagai cagar budaya.