telkomsel tambah 14ribu bts baruPerusahaan telekomunikasi Telkomsel berencana membangun sekitar 14.000 base transceiver station(BTS) baru pada tahun 2014 ini. Hal ini dilakukan terutama untuk melayani kenaikan trafik data (internet) yang tumbuh sangat pesat.

Telkomsel mengklaim telah membangun 8.500 BTS pada akhir Mei 2014. Penambahan itu membuat BTS Telkomsel berjumlah total 77.800 BTS di seluruh Indonesia dan 33.000 BTS di antaranya telah mendukung teknologi internet 3G alias Node B.

Direktur Jaringan Telkomsel Abdus Somad mengatakan, hingga akhir 2014 nanti perusahaan menargetkan komposisi BTS yang mendukung teknologi 3G mencapai 75 persen.

“Pemakaian layanan internet (data) sangat luar biasa. Pertumbuhan layanan data di semester pertama 2014 sudah mencapai 147 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Abdus di sela acara uji jaringan Telkomsel di jalur kereta Jakarta hingga Surabaya, Senin (9/6/2014).

Bukan hanya pembangunan BTS baru, anak perusahaan Telkom ini juga melakukan modernisasi jaringan terhadap 5.000 BTS di seluruh Indonesia. Modernisasi jaringan di Kalimantan, Papua, dan Sumatera Selatan jadi perhatian Telkomsel pada tahun ini.

Saat ini Telkomsel juga sedang mengantisipasi kenaikan trafik selama momentum Ibadah Puasa dan Hari Raya Lebaran 2014. Perusahaan memprediksi akan terjadi kenaikan trafik hingga 5 persen untuk layanan telepon, 10 sampai 15 persen untuk SMS, dan 25 sampai 35 persen untuk layanan internet.

Abdus menjelaskan, pihaknya menetapkan ada 760 titik yang patut diperhatikan selama momentum Ibadah Puasa dan Lebaran 2014. Telkomsel meningkatkan kapasitas jaringan antara 20 sampai 40 persen di sepanjang jalur mudik dari Jawa hingga Bali, sementara di Jawa Barat kapasitasnya ditingkatkan 45 persen dan di Jawa Timur sebesar 55 persen.

Telkomsel saat ini memiliki sekitar 135 juta pelanggan dan mengklaim dirinya sebagai operator seluler terbesar di Indonesia dan terbesar keenam di dunia.

Sebagian besar investasi Telkomsel dialokasikan untuk pembangunan dan perawatan jaringan. Hingga kuartal pertama 2014, perusahaan sudah menyerap sekitar Rp 3,3 triliun, atau sepertiga dari total belanja modal perseroan tahun ini Rp 10 triliun.

Sumber : Kompas.com