Jakarta -Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan 205 produk yang beredar tidak sesuai ketentuan untuk periode semester I-2015. Produk tersebut antara lain mainan anak-anak hingga mesin cuci karena tak berstandar, ketentuan manual berbahasa Indonesia dan lainnya.

Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan (Kemendag) Widodo mengatakan, tren peredaran barang yang tak sesuai ketentuan terus meningkat. Dari tahun 2011 hingga tahun 2014, Kemendag menemukan 1.689 produk yang tak sesuai ketentuan.

“Di 2015 total pada semester I-2015 ada 205 produk,” tutur Widodo di kantor Kementerian Perdagangan, Jalan M Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Dikatakan Widodo, produk-produk tersebut tidak sesuai ketentuan berupa tidak memiliki parameter Standar Nasional Indonesia (SNI), tidak memiliki manual atau petunjuk bahasa Indonesia, juga tidak memiliki label bahasa Indonesia, termasuk yang tengah dilakukan proses uji laboratorium.

Dari total 205 produk tersebut, lanjut Widodo, 113 produk tidak sesuai, 52 produk sesuai dan 40 produk tengah dalam uji laboratorium.

‎”Kalau produk yang tidak sesuai ada 63,7% adalah impor, dan yang dalam negeri ada 36,3% yang tidak sesuai. Impor ini banyak,” tuturnya.

Adapun beberapa contoh barang yang tidak sesuai ketentuan tersebut adalah kipas, kompor gas, batu baterai, penanak nasi, tv tabung, mesin cuci, mainan anak-anak, baju anak, selang gas, pompa air, meteran air, suku cadang, detergen, dan produk-produk lainnya‎.

Widodo menyebutkan pengawasan terhadap barang-barang ini terus dilakukan dengan ketat. Termasuk dengan mengimbau masyarakat agar lebih awas terhadap barang-barang yang tidak ber-SNI atau tak memiliki label dan panduan bahasa Indonesia.

“Barang-barang ini ditarik dari peredaran. Kalau masih beredar akan kami kenakan sanksi sesuai UU perlindungan konsumen yakni pidana dan sanksi administrasi,” katanya.

Sumber : Detik.com