Equityworld Futures – Sejak awal tahun 2017 ini tercatat ada empat kali penampakan buaya di sekitar pantai selatan wilayah DIY dan Jawa Tengah. Teror Buaya di Muara Pantai Selatan

 

Kemunculan buaya muara itu sempat membuat warga sekitar merasa was-was.

Pertama kali buaya terlihat di kawasan Pantai Jatimalang, Kabupaten Purworejo.

Kedua kali terlihat di sekitar Pantai Congot Kulonprogo.

Kedua tempat itu juga saling berdekatan karena terletak berbatasan antara Kulonprogo dan Purworejo.

Sedangkan yang ketiga terjadi di muara Sungai Opak Kecamatan Kretek Bantul.

Di muara Sungai Opak di Desa Tirtohargo, Kretek ini, warga yang sedang mencari pakan rumput di pinggir sungai melihat ada satu ekor buaya.
Buaya sempat dipancing dengan seekor ayam dan berhasil.

Namun tidak berhasil menangkapnya meski umpan sudah dipasang semacam pelampung dari jeriken agar terpantau pergerakannya.

Kasus terakhir, munculnya buaya di Sungai Lukulo Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Buaya terlihat sedang berjemur di tengah sungai di Desa Rantewringin, Kecamatan Bulus Pesantren.

Kawasan itu juga tidak jauh dari muara, sekitar 2,5 km.

Banyak warga beraktifitas di sekitar sungai baik memancing, menjala ikan atau mencuci pakaian dan mandi.

Mengetahui adanya buaya tersebut pemerintah desa setempat telah mengimbau warga untuk tidak mengganggu buaya tersebut.

 

Sebab dikhawatirkan buaya jadi terganggu karena habitatnya terganggu.

Buaya di sungai ini diketahui muncul sekitar sebulan lalu.

Saat ini banyak warga yang melihat kemunculan buaya dari pinggir sungai, saat berjemur.

Belum diketahui berapa jumlah buaya yang ada di sungai tersebut.

Ukurannya diperkirakan dengan panjang lebih dari 2,5 meter.

“Takut mas, apalagi kalau sampai naik ke darat atau mengganggu warga,” kata Taufik Junaedi, warga Desa Rantewringin yang rumahnya sekitar 100 meter dari pinggir Sungai Lukulo.

Meski sampai saat ini keberadaan buaya tersebut belum menganggu, warga berharap ada tindakan dari pemerintah setempat.

 

 

 

Equityworld Futures