Jakarta -Pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan proyek kereta cepat (350 km/jam) Jakarta-Bandung tak dilanjutkan, maka tugas tim teknis penilai proyek ini sudah berakhir. Meskipun saat ini Kementerian BUMN sedang mendalami studi, soal kemungkinan adanya pembangunan kereta berkecepatan medium 250 km/jam Jakarta-Bandung.

“Saya pikir tidak ada lagi (tim teknis). Idenya beralih kepada medium (kereta menengah) dan tidak ada uang pemerintah di situ,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2015)

Sofyan mengatakan, keberadaan kereta medium untuk rute yang sama diharapkan menjadi pendorong hadirnya pusat pertumbuhan baru di sekitar Bandung-Jakarta.

“Filosofinya itu bagaimana orang bikin kereta, tidak semua orang harus di Jakarta, tapi idenya dikembangkan di daerah baru, dan lainnya,” kata Sofyan. ‎

Ia mengatakan, adanya opsi pembangunan kereta berkecepatan medium karena faktanya Jakarta-Bandung sepanjang 160 km bila dibuat 8 stasiun dengan kereta cepat 350 km/jam justru tak efektif. Pilihan yang paling mungkin adalah kereta medium dengan kecepatan 200-250 km/jam.

“Medium bisa 200 km, dengan jarak 160 km. Jadi mungkin kalau misalnya kereta cepat kan idenya 36 menit, karena tidak menghabiskan kecepatan maksimun, baru digas sudah berhenti. Jadi kalau medium mungkin jarak ditempuh 45-46 menit. Harga jauh lebih murah,” katanya.

Adanya tim teknis penilai kereta cepat berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2015 tentang Tim Penilai Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Perpres itu mengamanatkan paling telat 31 Agustus 2015 sudah ada nama pemenang proyek setelah mendapat rekomendasi tim konsultan. Pengumuman sempat ditunda dua kali, pada akhirnya Presiden Jokowi menolak proposal China dan Jepang, karena alasan tawaran keduanya memakai APBN.

Tugas konsultan ialah memberikan rekomendasi dan kesimpulan terhadap proposal proyek kereta cepat yang diajukan oleh Jepang dan China. Selanjutnya, pemenang akan diputuskan oleh tim penilai. Tim penilai kereta cepat diketuai oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Tim ini diketuai Menko Perekonomian, wakilnya Menko Maritim. Anggotanya adalah Bappenas, Menteri Keuangan, kemudian Menteri Perhubungan.

 

Sumber: Detik.com