gadget indonesiaBerdasarkan hasil riset dari Millward Brown bertajuk AdReaction 2014 Report yang dirilis bulan Juni lalu, orang Indonesia ternyata salah satu pengguna gadget yang paling besar di dunia, dikenal karena kecintaan mereka terhadap perangkat elektronik itu juga aksesorisnya.

Survei yang  melibatkan responden berusia 16 sampai 44 tahun di 30 negara ini mengungkapkan bahwa orang Indonesia menghabiskan waktu sekitar sembilan jam sehari dengan perangkat elektroniknya, paling lama dibandingkan negara-negara lain .

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa orang Indonesia adalah salah satu pengguna multi layar paling aktif di dunia. Mereka memeriksa jejaring sosialnya, berselancar di Internet, serta memainkan video game atau menonton program TV, secara bersamaan.

Tak mengejutkan apabila gadget adalah salah satu dari lima produk paling dicari pebelanja online di Indonesia.

Selama libur Lebaran tahun ini, TokoNewTech, toko gadget dan aksesoris elektronik menikmati kenaikan penjualan 25-30 persen. Produk-produk yang populer di TokoNewTech meliputi power bank berukuran saku, tongsis, speaker Bluetooth, dan earphones.

Begitu juga toko Indomaxelektronik, Koreaholic, dan Music-Angel. Ketiganya juga merasakan tren yang sama dalam hal peningkatan penjualan pada produk –produk tersebut karena kecintaan orang Indonesia terhadap gadget!

Namun, hanya menjual produk-produk populer bukan kunci kesuksesan. Agar merchant e-commerce elektronik dapat meningkatkan penjualan secara signifikan, mereka harus mengetahui tren terbaru produk-produk untuk konsumen dan memahami apa yang dicari pebelanja online.

Merchant juga harus menawarkan pengalaman berbelanja yang fokus pada pencarian dan koneksi, sehingga dapat menghubungkan konsumen yang memiliki minat yang sama dan berperan sebagai kurator daripada sekedar sebagai merchant serta berusaha untuk lebih menonjol atau memiliki diferensiasi karena konsumen cenderung melihat harga yang paling murah.

Berikut beberapa tips untuk para merchant online kecil maupun besar yang ingin menarik perhatian konsumen di Indonesia:

Manfaatkan kekuatan media sosial selama musim belanja

Menurut E-commerce Index terbaru dari Rakuten, lebih dari 40% orang memberikan  rekomendasi produk di media sosial.

Sementara di Indonesia, 77,5% responden mengatakan mereka secara teratur mereview dan merekomendasikan produk melalui media sosial.

Apakah Anda merekomendasikan tips-tips cara merayakan liburan secara hemat dengan tautan ke produk-produk diskon atau memberikan ide apa yang harus dibeli untuk Hari Ibu misalnya, pastikan Anda memanfaatkan jangkauan dan target konsumen yang berbeda dari media sosial.

Rencanakan sebelumnya promosi dan pemasaran pada musim-musim ramai

Jika Anda merchant Rakuten, Anda memiliki kemampuan untuk mengubah tampilan toko online sesuai dengan musim belanja tertentu. Bekerja samalah dengan konsultan e-commerce Anda, dan temukan cara untuk menarik perhatian konsumen dengan tampilan baru dan ciptakan hubungan emosi antara toko Anda dan musim libur yang akan datang.

Pastikan produk Anda selalu tersedia

Perhatikan dengan seksama pasokan dan permintaan. Pastikan produk terlaris Anda selalu tersedia dan jika pasokannya terbatas, informasikan kepada pelanggan Anda.

Anda juga bisa memanfaatkan sosial media untuk mengintip tren yang sedang berkembang. Misalnya, apa barang yang di-pin pebelanja di Pinterest, produk apa yang trending di Twitter, dan sebagainya. Pastikan ada sistem untuk memastikan stok selalu tersedia saat dibutuhkan.

Ciptakan pengalaman belanja yang mulus dari awal sampai akhir

Seiring makin beragamnya perangkat yang dipakai untuk berbelanja online, seperti smartphone, tablet dan desktop PC, penting untuk menjaga pengalaman berbelanja yang sama untuk tiap-tiap perangkat dengan mengkustomisasi toko online Anda sesuai dengan identitas merek dan memastikan bahwa toko online Anda dioptimalkan untuk semua perangkat.

Berikan pengalaman yang konsisten

Internet selalu on, ini artinya Anda siap menerima pesanan atau menjawab  pertanyaan kapan saja. Menjawab pertanyaan konsumen dengan waktu yang tepat (biasanya dalam waktu 24 jam) bisa membantu meningkatkan kepuasaan konsumen, dan memberikan mereka pengalaman belanja yang baik, memperbesar kemungkinan mereka untuk berbelanja lagi.

Selalu berikan pelatihan pelayanan konsumen kepada staf dan pastikan mereka siap menyediakan pengalaman yang konsisten kapan saja, bukan hanya di saat-saat musim belanja.

Sumber : Kompas.com