JakartaGanjil-Genap yang diberlakukan bagi pengendara mobil kerap diakali oleh pengendara yang memilih untuk berkendara pelan di sisi kiri jalan bebas hambatan atau tol. Mereka akan kembali menambah laju kecepatan saat jam menunjukkan waktu Ganjil-Genap akan selesai.

Jika ada yang melakukannya, bisa dipastikan pengendara tersebut bisa ditindak dengan denda terbesar Rp 500.000 atau kurungan selama 2 bulan. Seperti yang disampaikan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP, Fahri Siregar.

 

“Jika ada pengendara yang melanggar tersebut, bisa dipastikan itu melanggar Pasal 287. Maksimal kurungan 2 bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu,” ujar Fahri.

Sebagai pengingat, berikut penjelasan Undang-undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 yang terdiri dari 6 ayat.

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).