Equityworld Futures – Sebelum membentuk Voice of Baceprot (VOB), Firda Kurnia (vokalis)

, Euis Siti Aisyah (drummer) dan Widi Rahmawati (bassist) mengaku tidak bisa bermain alat musik sama sekali. Guru mereka saat duduk di MTs, Cep Ersa Ekasusila Satia atau Abah, yang memperkenalkan musik kepada mereka.

Abah pun tak langsung memperkenalkan mereka dengan alat musik yang canggih. Semua dilakukan dengan keterbatasan pada awalnya.

“Awalnya kami nggak tahu itu alat musik, gitar nggak tahu, drum nggak tahu, awalnya drum juga kan pake alat marching band di sekolah terus dirakit jadi suaranya biar mirip drum. Gitar dan bass juga masih pake gitar bolong, jadi abah sih yang ngajarin dari nol,” kenang Firda saat berkunjung ke kantor detikHOT di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Butuh waktu satu bulan untuk mengajari para personel Voice of Baceprot menguasai instrumen musik. Akan tetapi, meski telah mahir, ketiganya mengaku masih terus belajar hingga kini .

“Sebenarnya buat jadi sebuah band, satu bulan latihan kami sudah bisa perform. Tapi buat matengin musik itu sampe sekarang pun masih tetap proses,” cerita Firda.

Selain mengajari para personel Voice of Baceprot untuk memainkan instrumen musik, Abah juga memperkenalkan mereka dengan beberapa referensi musik, di antaranya Rage Against the Machine, System of a Down, Red Hot Chili Peppers, Lamb of God, hingga Linkin Park.

“Jadi kami juga punya selera yang sama dengan Abah, ketika Abah memperkenalkan band itu, itu juga favoritnya Abah,” tutur Firda.

Kini para personel band metal tersebut justru jatuh hati dan merasa musik adalah sesuatu yang menyelamatkan mereka. Ketika emosi dan gejolak jiwa mereka sebagai remaja tengah meletup-letup, mereka justru menuangkannya dalam lagu.

Equityworld Futures

Equityworld