Equityworld Futures – New York – Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) berakhir negatif pada perdagangan Senin. Wall Street Lesu di Awal Pekan

 

Karena turunnya saham energi mengikuti penurunan harga minyak dan turunnya saham Amazon serta Netflix.

Wakil Gubernur bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), Stanley Fischer, mengingatkan bahwa kestabilan ekonomi AS terancam oleh suku bunga rendah saat ini.

Dia menggarisbawahi, bahwa tingkat pengangguran dan inflasi di AS sudah mendekati target The Fed.

Meski begitu, tidak sesederhana itu menaikkan suku bunga acuan.

Namun, pejabat The Fed lain tidak sama dengan Fischer.

 

Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian di pasar saham.

“Fischer adalah orang kedua setelah Janet Yellen. Jadi saat dia bicara, orang-orang akan menyimak yang dia katakan,” ujar Analis, Art Hogan, dilansir dari Reuters, Selasa (18/10/2016).

Saham sektor energi di Wall Street turun, karena harga minyak produksi AS turun 0,8% ke US$ 49,94/barel. Harga minyak jenis Brent juga turun 0,8% ke US& 51,52/barel.

Pada perdagangan Senin (17/10/2016), indeks Dow Jones turun 51,98 poin (0,29%) ke 18.086,4/ Indeks S&P 500 turun 6,48 poin (0,3%) ke 2.126,5. Indeks Nasdaq turun 14,34 poin (0,27%) ke 5.199,82.

Saham Netflix tercatat turun 1,6% menjelang keluarnya laporan keuangan kuartal III-2016.

Saham Amazon juga tercatat turun 1,2%.
Ada sekitar 5,15 miliar lembar saham yang ditransaksikan di Wall Street. Di bawah rata-rata transaksi harian, sebanyak 6,54 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.

 

Sumber: detik.com