Equityworld futures – New York -Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) naik cukup tinggi pada perdagangan Senin. Wall Street Naik 1% Lebih

 

Kenaikan harian ini merupakan yang tertinggi dalam 2 bulan terakhir.

Lompatan Wall Street ini terjadi setelah Dewan Gubernur Federal Reserve, Lael Barainard, memiliki sikap kenaikan suku bunga acuan belum mendesak.

Jumlah pelaku pasar yang yakin suku bunga acuan akan naik pada bulan ini turun jadi 15%, dari 24% di Jumat lalu.

Para pelaku pasar memprediksi suku bunga acuan akan naik Desember.

Tidak cukup banyak amunisi untuk menaikkan suku bunga di September.

Pelaku pasar ingin rencana kenaikan ditunda dulu,” kata Analis, Jake Dollarhide, dilansir dari Reuters, Selasa (13/9/2016).

Ketakutan suku bunga acuan akan naik di bulan ini telah membuat Wall Street lesu pada Jumat lalu.

Pada perdagangan Senin (12/9/2016), indeks Dow Jones naik 1,32% ke 18.325,07.

Indeks S&P 500 lompat 1,47% menjadi 2.159,04. Indeks Nasdaq naik 1,68% menjadi 5.211,89.

Ada sekitar 7,8 miliar lembar saham yang ditransaksikan.

Di atas rata-rata transaksi harian, sebanyak 6,3 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.

Saham Apple naik tinggi, yaitu 2,24%.

Wall Street Tertekan Kabar Tes Nuklir Korea Utara

Wall Street Tertekan Kabar Tes Nuklir Korea Utara
Jakarta -Pasar saham Wall Street jatuh cukup dalam setelah tertekan kabar tes nuklir yang dilakukan Korea Utara.
Investor juga mengantisipasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Aksi jual marak terjadi di bursa Paman Sam. Secara historis, September menjadi bulan di mana banyak saham-saham melemah sebelum akhirnya naik lagi di akhir tahun.

“Dengan adanya kekhawatiran naiknya suku bunga, ini bisa menjadi waktunya koreksi buat saham-saham,” kata Giri

Cherukuri, Kepala Broker dari OakBrook Investments LLC di Lisle, Illinois, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/9/2016).

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones turun 394,46 poin (2,13%) ke level 18.085,45, Indeks

S&P 500 anjlok 53,49 poin (2,45%) ke level 2.127,81.

Sementara Indeks Komposit Nasdaq jatuh 133,58 poin (2,54%) ke level 5.125,91.

Sumber: Detik.com