Equityworld Futures - Bareskrim Polri masih menelusuri kasus 177 WNI yang diberangkatkan haji lewat Filipina.
Polisi mengatakan, satu orang WNI mengeluarkan biaya hingga mencapai USD 10.000 atau sekitar Rp 131 juta.
“Informasinya sekitar 8.000 sampai 10.000 USD (biaya per orang)”
Polri sendiri telah merilis 7 nama agen travel yang diduga memberangkatkan para WNI itu.
Namun, Boy mengaku belum mengetahui sudah berapa kali 7 agen itu memberangkatkan haji sebelum peristiwa 177 WNI via Filipina ini. “Kami belum bisa sentuh agensi,” ujarnya.
“Bisa jadi nama-nama (agen) ini enggak jelas alamatnya, mungkin sifatnya mobile mencari calon jamaah haji, dibujuk rayu.
Saat ini, lanjut Boy, penyidik Bareskrim telah melakukan pengumpulan fakta dan mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait adanya dugaan tindak pidana dalam perkara ini.
“Bareskrim proaktif cari bahan informasi, koordinasi dengan Imigrasi, komunikasi dengan senior oficer kita di Manila. Proses berjalan,” tuturnya.
Saat ini, lanjut Boy, penyidik Bareskrim telah melakukan pengumpulan fakta dan mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait adanya dugaan tindak pidana dalam perkara ini.
“Bareskrim proaktif cari bahan informasi, koordinasi dengan Imigrasi, komunikasi dengan senior oficer kita di Manila. Proses berjalan,” tuturnya.









No comments