Equityworld Futures -Menjamurnya bisnis casing telepon genggam, tak membuat Nurlita gentar memasarkan produknya.Ia memilih berbisnis casing telepon genggam ini karena telah memilik pengalaman sebelumnya di bidang yang sama,
“Pilihannya casing handphone sendiri dulu awal pernah jual aksesoris handphone garskin jadi pasarnya lebih tahu, terus waktu itu garskin pas lagi booming saingannya banyak, di sisi lain aku pertahankan kualitas, aku jual Rp 80-100 ribu.
Sedangkan di pasaran yang jual lebih murah Rp 10-50 ribu ada kan kalau customer online nggak tahu kualitas, lari ke yang murah akhirnya kalah saing coba yang baru di Batik Geek.
Batik Geek ini dikerjakan berdua sama teman Afrizal, dulu pertimbangannya orang pakai handphone pasarnya besar kita juga ingin supaya batik bisa tren lewat casing smartphone, batiknya di-pattern diukir,” lanjut Nurlita.
Wanita yang pernah mengenyam kuliah di Universitas Telkom ini mengatakan,
awal mula ia memulai bisnis ini ketika ia mengikuti lomba perencanaan bisnis dan memenangkannya,
dari situ ia mendapatkan modal sebesar Rp 3 juta untuk bisnisnya.
“Batik Geek pertama tahun 2012, dengan modal Rp 3 juta itu hasil dari lomba,
jadi bikin business plan, nah business plan-nya itu dilombakan dan menang kita jadiin modal untuk beli bahan baku dan alat-alat sederhana,”
ujar Wanita yang pernah kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual ini.
Casing handphone miliknya dijual kisaran Rp 300-400 ribu.
“Casing dijual dengan harga Rp 300-400 ribu per piece, pembuatannya sendiri dari pertama dari bikin motif sketch,
sketch konsep baru dibuat digital, omzetnya per bulan kisaran Rp 50-100 juta tergantung kita lagi ikut event apa nggak kalau ikut event lumayan,
biasanya ikut bazaar,” tutur Nurlita.
Sumber : detik.com








No comments