
Pria yang kerap disapa Guntoro ini berhasil menghasilkan pundi-pundi rupiah dari hobinya akan kerajinan tangan dan mendesain ruangan.
Hingga pada akhirnya ia dan satu orang temannya memutuskan memulai usaha di bidang kerajinan tangan.
|
Bisnis kerajinan lampion dirintisnya dengan modal Rp 40 juta.
“Dulu modalnya Rp 40 juta. Sebagian untuk beli lampu,
Dirinya pun sedikit bercerita tentang bagaimana dirinya membuat pesanan lampion dari benang polyester yang dicetak menyerupai bola.
“Cotton ball lantern dibuat dari benang polyester. Kan ada cetakannya dililit benang, dicelup lem abis itu dikeringkan. Setelah dikeringkan, cetakannya diambil,” tutur Guntoro.
Sejak awal merintis usahanya, Guntoro beserta rekannya mendapatkan respons yang bagus dari masyarakat. Tidak heran jika saat ini produknya sudah terbang ke beberapa negara di Asia Tenggara. Dirinya juga berencana untuk melebarkan pemasaran produksinya ke beberapa negara lainnya di Asia maupun Eropa.
“Ekspor kita masih kecil kecilan, masih ke Singapura dan Malaysia. Memperluas (ekspor) dipelajarin dulu,” pungkas Guntoro.
![]() |
Sampai saat ini, Guntoro menyebutkan bahwa sudah mulai banyak kompetitor yang meniru produknya.
“Rata rata Rp 100 juta, dulu awal-awal rintis sekitar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta,” imbuh Guntoro.
Lightcraft tercatat sudah memproduksi lebih dari 20 jenis produk yang dijual mulai dari Rp 30.000 sampai Rp 195.000 per produk.
“Produknya ada cotton ball light, cotton ball lantern, letter lamp, character lamp, cooper light, fairy light karakter. Kalau souvenir bikin Rp 30.000 sampai Rp 195.000 untuk letter lamp,” kata Guntoro.
Dirinya juga berpesan kepada para wirausahawan untuk berani memulai usahanya.
“Terus belajar dan pantang menyerah. Belum usaha menyerah ya nggak bisa,” tutup Guntoro.








No comments