Equity world futures -Bisnis properti yang semakin berkembang membuat banyak orang menginginkan terjun ke dalamnya.Arsitek menciptakan properti berkualitas sehingga bisa ditawarkan dengan harga yang menawan. Profesi arsitek kerap digandrungi.
Nominal besar yang didapat pasca pengerjaan suatu proyek membuat profesi ini menjadi salah satu profesi yang semakin diminati. Sayangnya kenyataan yang dialami oleh para arsitek tidaklah senyaman yang terlihat mata dan terdengar di telinga.
Bahkan, profesi ini ternyata tak juga bisa menjamin hadirnya kekayaan secara maksimal.
Menurut Heru Mudito Prasetyo selaku Principal HMP Architects, bayaran untuk profesi arsitek di Indonesia masih tergolong kecil.
Jam kerja yang lama justru tidak sebanding dengan bayaran yang diterima. Hal tersebut boleh dibilang berbeda dengan profesi arsitek di luar negeri.
“Di luar negeri mungkin bayarannya ‘wah’, tapi tidak untuk di sini (Indonesia).
Heru menambahkan, semua tahapan menuju kemakmuran financial harus dimulai dari awal.
Lulusan arsitektur yang semakin banyak membuat para arsitek muda harus lebih kreatif dalam menciptakan ide-ide baru.
Para arsitek yang baru mulai berada di dunia arsitektur diharapkan dapat melewati tahapan-tahapan yang bisa membawanya menjadi lebih professional.
Pasca itu, membuka biro arsitektur pribadi dapat menjadi loncatan selanjutnya.
“Biasanya, arsitek yang sudah mapan usianya sekitar 30 tahun ke atas.







No comments